08 January 2009

PENGUSAHA HOTEL DI KARIMUN HARUS JEMPUT BOLA

Kalangan pengusaha hotel dan wisma di Karimun, Kepulauan Riau harus jemput bola dalam mempromosikan paket-paket kepariwisataan bagi wisatawan mancanegara.

‘’Mereka harus proaktif dan jemput bola dengan memanfaatkan peluang-peluang baru dalam mempromosikan hotelnya. Jangan hanya bersifat pasif dengan hanya menunggu datangnya tamu,’’ ujar Drs. Syuryaminsyah, Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparsenibud) Kabupaten Karimun, di Tanjungbalai Karimun.

Syuryaminsyah mengatakan, kalangan pengusaha hotel harus memanfaatkan akses ke luar negeri yang cukup terbuka di Karimun, lalu lintas kapal di pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun yang mencapai 12 kali keberangkatan setiap harinya sangat menjanjikan dalam menarik wisatawan ke daerah ini.

Kapal-kapal di pelabuhan tersebut hampir setiap jam datang dan berangkat baik tujuan Singapura maupun Malaysia. Setidaknya ada sejumlah kapal yang melayani dua rute tersebut mulai pagi hingga sore hari, masing-masing MV Ocean, Marina, Tuah dan Fast Ferry tujuan Kukup, Malaysia, serta MV Penguin tujuan Singapura dengan tiga kali keberangkatan dalam satu hari.

‘’Manajemen harus dibenahi sehingga tidak lagi dikelola secara tradisional. Siapkan kemasan paket-paket yang menarik yang tersedia di setiap hotel, lalu promosikan secara modern, bukan hanya melalui brosur-brosur atau pendekatan ke luar negeri, tetapi manfaatkan internet dalam memasarkan paket-paket di hotel tersebut,’’ terangnya.

Sampai sejauh ini, lanjut Syuryaminsyah, dari ratusan hotel dan wisma yang ada, baru beberapa hotel mempunyai manajemen bagus dalam mempromosikan hotelnya, di antaranya Hotel Paragon di Jalan Nusantara Tanjungbalai Karimun, selama tahun 2008 hotel ini mampu meraih tamu luar negeri sebanyak 4 ribu orang, kemudian disusul Hotel Wiko di Jalan Dr Setiabudi dan Hotel Maximilllian di Jalan Nusantara.

Tiga hotel ini mampu menarik wisatawan mengemas paket dan pelayanan hotel yang memuaskan, mulai dari fasilitas kamar yang serba lengkap, fasilitas sauna, laundry, salon atau massage. Inilah yang harus digencarkan promosinya,’’ papar Wak Min, sapaan akrab Syuryaminsyah.

Wak Min melanjutkan, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara selama 2008 mencapai 150 ribu orang lebih, angka ini tidak jauh berbeda dengan tahun 2007, para wisatawan mancanegara ini sebagian besar berasal dari Singapura dan Malaysia.

‘’Kebanyakan wisatawan mancanegara tersebut adalah wisata kuliner dan wisata belanja. Nah, dua tujuan wisata ini harus dikembangkan dan dikemas sedemikian rupa, tawarkan produk-produk lokal dengan kemasan menarik, sehingga tingkat hunian hotel semakin meningkat pada tahun 2009 ini,’’ tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk mendongkrak tingkat hunian hotel, pihaknya siap membantu dengan cara mempromosikan sejumlah obyek-obyek wisata serta menggelar berbagai even kepariwisataan setiap tahun, di antaranya even kesenian seperti Dangkong Dance Festival, lomba perahu layar dan even kesenian lainnya.

‘’Kita sudah menyiapkan kalender pariwisata 2009, berbagai even akan kembali kita gelar untuk mempertahankan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara. Dan, kita juga terus menerus mempromosikan hotel dan wisma yang ada, sehingga bisa meningkatkan tingkat hunian hotel yang akhir-akhir ini mengalami kelesuan,’’ tambahnya.
Baca Selengkapnya »»

05 January 2009

PROGRAM KEPARIWISATAAN DI KARIMUN TIDAK TEPAT SASARAN

Karimun, 1/1 – Program kepariwisataan di Karimun, Kepulauan Riau dinilai tidak tepat sasaran dan tidak menyentuh obyek-obyek wisata yang seharusnya jadi andalan dalam menarik wisatawan mancanegara.

‘’Berdasarkan pengamatan selama 2008, sejumlah obyek wisata tidak menunjukkan perubahan berarti, seperti perbaikan kualitas sarana dan prasarananya,’’ ujar Junaidi, seorang warga Pangke, Kecamatan Meral, Kamis (1/1).

Menurut Junaidi, salah satu obyek wisata yang terkesan terabaikan adalah Pantai Pelawan, pantai wisata terbesar dan teramai dikunjungi warga ini terkesan kurang terurus, jangankan penambahan sarana prasarana, perawatan sarana yang telah ada dinilai kurang diperhatikan.

‘’Perhatikan saja pondok-pondoknya, sebagian atapnya sudah ada yang rusak dan bocor, begitu juga dengan kursi-kursinya yang sudah seharusnya diganti atau diperbaiki,’’ kata pedagang asongan ini.

Junaidi mengatakan, pemerintah daerah harus serius mengurus obyek wisata Pantai Pelawan ini, karena pantai ini sangat potensial dikembangkan dalam menarik wisatawan mancanegara. Begitu juga dengan obyek wisata lainnya, seperti air terjun dan Pantai Pongkar yang selama ini sering menjadi tujuan wisata.

‘’Penilaian kami, program kepariwisataan yang sering menggelar even-even kesenian dinilai kurang menyentuh sasaran. Pembenahan obyek wisata yang diiringi promosi secara gencar harus menjadi prioritas, apalagi sektor pariwisata merupakan salah satu sektor andalan daerah ini,’’ jelas Junaidi lagi.

Hal serupa juga dikatakan, Ramli warga Pangke lainnya, memasuki tahun 2009 ini, pemerintah daerah harus merubah skala prioritas di sektor pariwisata. Kegiatan-kegiatan kepariwisataan jangan hanya terfokus pada even-even kesenian saja, tetapi lebih mengarah pada pengembangan potensi wisata yang sudah ada.

‘’Di Karimun ini kan pantai-pantai menarik, jika dikelola secara serius dan dikembangkan. Kita yakin, tingkat kunjungan wisatawan semakin meningkat. Kalau obyek wisata tidak diurus, bukan hanya wisatawan mancanegara yang enggan berkunjung, wisatawan lokal juga bisa saja menurun,’’ paparnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun, Drs. Syuryaminsyah saat dikonfirmasi terkait kurang terurusnya obyek-obyek wisata tersebut, Kamis (1/1) mengatakan, untuk perawatan obyek wisata, seperti Pantai Pongkar sebenarnya bisa dimanfaatkan dari dana subsisi melalui kecamatan, karena pembangunan fisik kepariwisataan tidak dianggarkan melalui Dinas Pariwisata, melainkan dinas lain.

‘’Perencanaannya dilakukan oleh Bappeda dan pelaksananya Dinas PU. Sedangkan tahun 2008, kegiatan kepariwisataan yang kita lakukan memang fokus pada even-even sesuai kalender kepariwisataan yang telah disusun,’’ terang Wak Min, panggilan akrab Syuryaminsyah.

Namun demikian, untuk tahun 2009, pihaknya telah mengajukan program terkait pengembangan obyek-obyek wisata tersebut agar dianggarkan dalam APBD, namun pelaksanaannya tidak dilakukan Dinas Pariwisata melainkan dinas teknis lainnya.

‘’Selain pengembangan obyek wisata yang ada, pemerintah daerah juga sedang membangun jalan lingkar di Pantai Gloria. Di jalan lingkar ini akan kita bangun sebuah taman kota sebagai sentral pariwisata di pusat kota,’’ paparnya.

Dijelaskannya, pembangunan taman kota di jalan lingkar ini akan dianggarkan melalui APBD Provinsi sebesar Rp600 juta.
Baca Selengkapnya »»

KETINGGIAN OMBAK URUNGKAN NIAT NELAYAN KARIMUN MELAUT

Karimun, 1/1 - Ketinggian ombak yang mencapai tiga meter lebih akibat angin utara, menyebabkan ratusan nelayan di Karimun, Kepulauan Riau sudah sebulan tidak melaut.

''Kondisi angin kencang akibat musim utara sangat berbahaya bagi para nelayan. Selain membahayakan keselamatan para nelayan, hasil tangkapan juga berkurang,'' ujar Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Karimun, Zainuddin Ahmad di Tanjungbalai Karimun, Kamis (1/1).

Menurut Kep Din, sapaan akrab Zainuddin Ahmad, tingginya gelombang laut yang mencapai tiga meter lebih sangat beresiko menenggelamkan kapal berbobot besar dan kapal ikan bobot kecil. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kalangan nelayan memilih untuk
tidak menangkap ikan sambil menunggu berakhirnya musim angin utara.

''Angin musim utara ini merupakan perubahan iklim yang biasa terjadi setiap akhir tahun. Bagi para nelayan, keadaan seperti ini sudah biasa dilalui setiap tahun,'' katanya lagi.

Ditambahkan Kep Din, jumlah nelayan yang tidak bisa menangkap ikan, biasanya didominasi kapal-kapal ikan yang menangkap di perairan dalam dan jauh dari daratan. Terutama kapal-kapal ikan berbobot besar dengan tonase 30 ton ke atas. HNSI Kabupaten Karimun sendiri memiliki anggota sekitar 12 ribu nelayan baik nelayan kapal besar maupun kecil.

''Bagi nelayan yang wilayah tangkapnya di pinggiran pantai mungkin tak masalah. Tapi mereka harus tetap waspada, karena angin kencang bukan hanya di laut lepas, tetapi juga melewati wilayah pantai,'' harapnya.

Secara terpisah, Dian, seorang nelayan asal Bukit Tembak, Kecamatan Meral, Kamis (1/1) mengatakan, dirinya sudah tidak turun ke laut sejak sebulan lalu, dan diperkirakan ia tetap tidak bisa menangkap ikan sampai bulan depan karena angin musim utara masih terus berlangsung.

''Saya tak berani turun, Bang. Ketinggian ombak mencapai 3 meter lebih. Jangankan kapal kecil, kapal besar saja bisa tenggelam akibat hempasan gelombang,'' kata nelayan jaring senangin ini.

Menurut Dian, kapal ikan tempat ia bekerja berbobot 80 ton dan biasanya melakukan penangkapan ikan di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Meski berbobot besar tetap saja tak bisa berlayar, mengingat resiko yang harus dihadapi cukup besar. Selain dihadapkan pada ombak besar, hasil tangkapan pun berkurang akibat gelombang.

''Ikan-ikan pun pada menghilang karena ombak besar. Jadi, lebih baik kita tunggu sampai keadaan sudah memungkinkan, kita perkirakan bulan depan angin utara sudah berakhir,'' ujar Dian.

Dian menambahkan, sambil menunggu berakhirnya angin utara, dirinya bersama sejumlah rekan memanfaatkan waktu luang dengan membuat alat tangkap ikan berbentuk jaring sepanjang 120 meter. Jaring ikan tersebut dirajut dengan menggunakan tali nilon dengan memakan waktu hampir sebulan.

''Dari pada tak ada kegiatan, lebih baik waktu senggang ini dimanfaatkan bikin jaring ikan. Namun yang pasti, pemasukan selama tidak ke laut ini sama sekali tidak ada, inilah yang jadi persoalan, karena saya tidak punya mata pencaharian lain.

Pantauan wartawan di lapangan, puluhan kapal-kapal ikan terlihat berjejer di pinggir pantai sepanjang Baran hingga Meral, kapal-kapal ikan tersebut rata-rata berbobot 40 ton ke atas, baik kapal jaring kurau maupun jaring senangin. Kapal-kapal ikan tersebut memang sudah lama sandar di dermaga-dermaga yang terletak di belakang perumahan penduduk sepanjang pantai.

''Sekitar satu bulan lebih bang, kapal-kapal tersebut terpaksa sandar di dermaga. Ada juga yang nekad melaut, tapi jumlahnya tidak seberapa,'' kata Muchtar, seorang warga Baran, Kamis (1/1)
Baca Selengkapnya »»

01 January 2009

AMANKAN TAHUN BARU POLISI DI KARIMUN SUSUPI KERUMUNAN WARGA

Ratusan aparat keamanan menyusup di tengah ribuan warga yang memadati Pantai Pelawan, Karimun, Kepulauan Riau, Kamis (1/1) guna mengamankan perayaan malam pergantian tahun.

Kapolres Karimun, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Djoko Rudi E SH, SIk, Kamis (1/1) dinihari mengatakan, jajarannya sengaja disusupkan di tengah kerumunan warga guna mengantisipasi tindak kriminal, perkelahian, copet dan berbagai tindak kejahatan lainnya.

''Sebagian besar personil pengamanan malam tahun baru memang kita pusatkan di kawasan obyek wisata, Pantai Pelawan dan Pongkar,'' ujar Djoko Rudi.

Khusus di Pantai Pelawan, jumlah personil yang dikerahkan di sana jauh lebih banyak dari pada di Pantai Pongkar, Desa Pongkar Kecamatan Tebing, mengingat Pantai Pelawan merupakan sentral perayaan tahun baru kali ini.

''Jumlah personil di Pantai Pelawan ini mencapai seratus orang, baik berseragam maupun tidak, bagi yang tidak berseragam menyusup dan membaur di tengah kerumunan warga, tujuannya untuk mendeteksi secara dini seandainya terjadi tindak kejahatan,'' jelasnya.

Dikatakannya, keramaian dalam perayaan pergantian tahun tersebut biasanya rawan tindak kejahatan seperti copet, perkelahian dan aksi mabuk-mabukan. Karena itu, pengamanan di pantai tersebut diperketat seiring semakin membludaknya kunjungan warga di pantai yang terletak di Desa Pangke Kecamatan Meral itu.

''Alhamdulillah, hingga pukul 02.00 dinihari tidak ada laporan kerusuhan atau tindak kejahatan, semuanya masih berjalan lancar berkat partisipasi aktif masyarakat,'' ungkapnya.

Djoko Rudi menambahkan, dalam mengamankan malam tahun baru, dua pertiga kekuatan Polres Karimun dikerahkan menjadi dua tim, yaitu tim pengamanan stasioner pengamanan obyek wisata dan tim pengamanan obyek-obyek vital lainnya. Selain itu, ada juga tim bergerak yang melakukan patroli di jalan-jalan protokol dalam mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan lalulintas (laka lantas).

''Pengamanan malam tahun baru ini merupakan bagian dari Operasi Lilin Seligi 2008. Jumlah personil yang kita kerahkan sebanyak 282 orang,'' pungkasnya.

Pantauan wartawan di lapangan, malam pergantian tahun baru di Pantai Pelawan benar-benar meriah, ribuan warga dari berbagai penjuru memadati pantai berpasir putih tersebut. Keramaian warga mulai terjadi sejak sore hari dan mencapai puncaknya saat detik-detik pergantian tahun yang ditandai raungan sirine oleh Bupati Karimun, H. Nurdin Basirun yang didampingi Wakil Bupati, H Aunur Rafiq dan Kapolres Karimun AKBP Djoko Rudi.

Seiring dengan raungan sirine, suasana langit pantai yang semula gelap gulita berubah gemerlap dengan warna-warni kembang api. Masyarakat banyak yang mengabadikan pesta kembang api tersebut dengan menggunakan telepon seluler.

''Ini momen sekali tahun. Sayang untuk dilewatkan begitu saja,'' tutur Arif, seorang pengunjung.

Sementara itu, Bupati Karimun H Nurdin Basirun saat memberikan sambutan pergantian tahun menghimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan momentum tersebut dengan introspeksi diri dan meningkatkan etos kerja menuju kehidupan lebih baik.

''Pemerintah Kabupaten Karimun ke depannya akan berupaya meningkatkan sektor pariwisata, khususnya obyek wisata pantai sebagai aset daerah. Namun, hal itu harus diiringi dengan semangat etos kerja dari seluruh lapisan masyarakat,'' kata Nurdin.

Bupati Karimun, H Nurdin Basirun beserta rombongan, seusai menghadiri pergantian tahun di Pantai Pelawan kemudian melanjutkan pantauannya ke Pantai Pongkar di Desa Pongkar Kecamatan Tebing. Tidak jauh berbeda dengan Pantai Pelawan. Suasana di Pantai Pongkar juga meriah dengan ribuan warga, mereka membuat tenda-tenda untuk menikmati malam pergantian tahun di pinggir pantai.

Pihak panitia setempat juga menyuguhkan hiburan musik bagi para pengunjung sehingga menambah semarak di kedua obyek wisata tersebut.
(Rusdianto)
Baca Selengkapnya »»

28 December 2008

PUTUSAN MK RAWAN BLACK CAMPAIGN

Karimun, 27/12 – Putusan Mahkamah Kontitusi (MK) tentang sistem suara terbanyak dalam pencalonan anggota legislatif membuka peluang meningkatnya praktek kampanye hitam (black campaign) mengingat semakin ketatnya persaingan antar caleg.

‘’Kita perkirakan praktek kampanye hitam (Black Campaign) semakin sering dilakukan para caleg dalam mencapai tujuannya,’’ ujar Ketua Komite Independen Pemantau Aspirasi (Kipas) Otonom Kabupaten Karimun, Atri Iswandi di Tanjungbalai Karimun, Sabtu (27/12).

Menurut Atri, masing-masing caleg diprediksi bakal bertarung habis-habisan dalam meraih simpati masyarakat, sehingga
berpotensi terjadi politik menghalalkan segala cara. Dan tidak tertutup kemungkinan praktek politik tidak fair dan tidak beretika semakin sering terjadi.

‘’Selain praktek black campaign, gesekan di tingkat arus bawah kita perkirakan semakin meningkat, mengingat para caleg akan berupaya meraih simpatisannya habis-habisan,’’ tuturnya.

Dijelaskan Atri, praktek black campaign tersebut bisa berbentuk penggembosan suara caleg yang dianggap punya basis massa riil, dalam upaya merebut simpati massa caleg. Caleg pelaku black campaign bakal memanfaatkan isu-isu yang berupaya mendiskreditkan caleg lainnya.

‘’Itu salah satunya, banyak hal yang bisa dihembuskan para caleg dalam menggaet simpati pemilih dengan cara tidak sehat dan fair. Nah, hal inilah yang patut diwaspadai agar tidak terjadi gesekan-gesekan di tingkat bawah,’’ bebernya.

Atri mengatakan, mumpung masih ada waktu, para caleg masih punya kesempatan untuk berbuat yang terbaik untuk masyarakat dengan cara politik yang sehat dan sportif serta mengedepankan kejujuran. ‘’Karena, praktek black campaign hanya akan merusak citra caleg yang bersangkutan juga partainya,’’ harap Atri.

Selain itu, lanjut Atri, para caleg diminta tidak melakukan praktek politik uang yang sejatinya bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

‘’Sistem suara terbanyak, jelas membikin resah para caleg nomor urut teratas. Kalau dulu mereka bisa mendapat tambahan suara dari caleg di bawahnya, sekarang tidak lagi, mereka harus berjuang sendiri dalam mendulang suara,’’ paparnya.

Namun, katanya lagi, penentuan sistem suara terbanyak bakal membuka peluang lebih luas bagi para caleg dalam melakukan politik uang terhadap konstituen atau pemilih. Anggaran politik uang yang sebelumnya bakal dibayarkan kepada caleg, kini beralih pada pemilih.

‘’Nah, hal inilah yang harus diwaspadai perangkat pelaksana Pemilu. Pemilihan dengan sistem suara terbanyak rentan politik uang terhadap pemilih, terutama saat masa tenang,’’ tandasnya.
Baca Selengkapnya »»

WARGA KARIMUN KESAL LISTRIK SERING MATI MENDADAK

Karimun, 26/12 - Pemadaman mendadak arus listrik oleh pihak PLN akhir-akhir ini membuat kesal warga Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau.

''Terus terang pemadaman arus listrik akhir-akhir ini sangat mengganggu pekerjaan saya. Saat menjalankan tugas, tiba-tiba mati lampu, praktis pekerjaan saya jadi terganggu,'' ujar Dani, seorang pegawai swasta, warga Bukit Senang, Tanjungbalai Karimun, Jumat (25/12).

Menurut Dani, selain mendadak, intensitas pemadaman listrik akhir-akhir ini semakin meningkat. Setiap hari rata-rata
terjadi pemadaman selama enam jam. Seperti yang terjadi kemarin, listrik di rumahnya terputus sejak pukul 08.00 hingga 15.00 Wib. Akibat pemadaman tersebut, hampir seharian tugas kantor yang dikerjakan di rumah terlambat sesuai jadwal.

''Komputer merupakan alat kerja utama bagi saya. Kalau listrik mati, praktis saya tidak bisa bekerja. Kadang-kadang saya terpaksa ke warnet. Walaupun demikian, tugas yang seharusnya selesai pagi terpaksa selesai sore hari, inikan sangat mengganggu sekali,'' sesalnya.

Dikatakan Dani, seharusnya pihak PLN mengumumkan jadwal pemadaman listrik secara terbuka dan diketahui masyarakat, sehingga warga punya persiapan jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman. Terutama dalam mengantisipasi penyelesaian pekerjaan yang membutuhkan listrik, sehingga tidak terkendala. Ia sendiri mengaku, tidak pernah tahu jadwal pemadaman yang diberlakukan pihak PLN dan apa penyebab terjadinya pemadaman tersebut.

''Sebagai pelanggan kita, tentu menginginkan pelayanan yang memuaskan. Kalau perlu, PLN harus mengumumkan jadwal pemadaman dengan cara berkeliling menggunakan mobil dan pengeras suara, sehingga masyarakat luas bisa mengetahuinya. Yang jelas, kita merasa dirugikan dengan pemadaman mendadak yang intensitasnya semakin meningkat akhir-akhir ini,'' kata Dani lagi.

Hal senada juga diungkapkan Bustami, warga Kolong, Sei Lakam. Dia mengaku gerah lantaran peralatan elektronik di rumahnya, seperti televisi dan AC mengalami kerusakan akibat pemadaman tersebut. Pihaknya berharap, pihak PLN harus profesional dan meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

''Kita tidak tahu kenapa terjadi pemadaman. Yang kita tahu, pemadaman secara mendadak dengan jadwal tidak menentu sangat mengganggu aktifitas sehari-hari. Bukan hanya itu, peralatan elektronik seperti AC dan televisi rusak akibat pemadaman tersebut,'' kata Bustami, di kediamannya, Jumat (26/12).

Menurut Bustami, selain terputusnya aliran listrik di rumahnya selama berjam-jam, intensitas pemadaman listrik mendadak selama beberapa menit, juga sering terjadi. Seperti pagi tadi (26/12), listrik di rumahnya terputus lagi walaupun hanya terjadi sekitar setengah jam.

''Kita dengar pihak PLN telah mendapat tambahan daya dengan adanya kerjasama pihak swasta, tapi kenapa pemutusan listrik masih saja terjadi. Kita berharap, PLN lebih profesional dalam memberikan pelayanan pada pelanggan, sebagai konsumen kita menginginkan pelayanan yang memuaskan,'' harapnya.

Rusdianto/KP005
Baca Selengkapnya »»